Kiky Amelia L.T
(1215101035)
Mila Novera (1215101952)
Nur Hidayati (1215101951)
Bayu pratomo
Tugas 2 PBAC Tata Cara Menulis Buku Teks Pelajaran
Kesimpulan dari artikel tentang tata
cara menulis buku teks pelajaran
Bahan
ajar merupakan media penting bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.
Tanpa bahan ajar, tampaknya guru akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan
materi pembelajaran. Pada prinsipnya, guru harus selalu menyiapkan bahan ajar
dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Buku teks
pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi
pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan
kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan
kemampuan estetis, potensi fisik dan
kesehatan yang disusun berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 1).
- PRINSIP- PRINSIP PEMBUATAN BUKU
TEKS PELAJARAN
Ada beberapa
prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku antara lain prinsip
relevansi, konsistensi dan kecukupan.
-
Prinsip
relevansi artinya
keterkaitan, materi yang ditulis hendaknya relevan dengan pencapaian standar
kompetensi yang ingin dicapai.
-
Prinsip
konsistensi artinya keajegan,
jika kompetensi dasar yang harus dikuasai empat macam maka bahasan yang ada
pada buku juga harus meliputi empat macam.
-
Prinsip
kecukupan artinya materi
yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu peserta diklat mengusai
kompetensi yang akan diajarkan, materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak
boleh terlalu banyak, jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai
kompetensi standar sebaliknya jika terlalu banyak akan membuang buang waktu dan
tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
2. KETENTUAN KETENTUAN PEMBUATAN BUKU
TEKS PELAJARAN
Dalam
penulisan buku teks Pelajaran diperlukkan beberapa ketentuan agar buku yang
disusun memberikan informasi yang utuh, adapun ketentuannya adalah :
persyaratan
yang berkaitan dengan isi
- Memuat sekurang kurangya materi
minimal yang harus dikuasai peserta didik/diklat
- Relevan dengan tujuan dan sesuai
dengan kemampuan yang akan dicapai
- Sesuai dengan ilmu pengetahuan
yang bersangkutan
- Sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi
- Sesuai dengan jenjang dan
sasaran
- Isi dan bahan mengacu
pengembangan konsep, prinsip, teori
- Tidak mengandung muatan politis
maupun hal yang berbau sara
Persyaratan
penyajian
- Uraian teratur sesuai dengan
urutan setiap bab
- Saling memperkuat dengan bahan
lain dan kontekstual
- Menarik minat dan perhatian
sasaran pembaca
- Menantang dan merangsang untuk
dibaca dan dipelajari
- Mengacu pada aspek koginitif,
afektif dan psikomotor
- Penyajian yang menggunakan
bahasan ilmiah dan formal
Persyaratan
yang berkaitan dengan bahasa
- Menggunakan bahasa Indonesia yang
benar
- Menggunakan kalimat yang sesuai
dengan kematangan dan perkembangan sasaran pembaca
- Menggunakan istilah, kosakata,
indeks, simbol yang
mempermudah pemahaman
- Menggunakan kata kata terjemahan
yang dibakukan
Persyaratan
yang berkaitan dengan Ilustrasi
- Relevan degan konsep, prinsip
yang disajikan.
- Tidak menggunakan kesinambungan antar
kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
- Merupakan bagian terpadu dari
bahan ajar
- Jelas, baik dan merupakan hal-hal
esensial yang membantu memperjelas materi
3. BAGIAN-BAGIAN DARI BUKU TEKS PELAJARAN
Umumnya
buku terdiri dari tiga bagian yang mencakup :
Bagian
awal yang berisi
:
- Halaman cover, bersisi tentang
judul, pengarang, gambar sampul, nama departemen, tahun terbit.
- Halaman judul, berisi judul,
pengarang/penulis, gambar sampul, tahun terbit, nama depertemen
- Daftar isi, yang membuat, judul
bab, sub bab, dan nomor halaman
- Daftar lain seperti : daftar
gambar, daftar table, daftar lampiran.
Bagian isi
Bagian
ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub bab-sub bab dan pokok pokok
bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat uraian penjelasan, proses
operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab. Dengan demikian
paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus
saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren. Apabila diperlukan
penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab dilengkapi dengan table, bagan,
gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi buku dikelompokkan menjadi beberapa
bab, dalam setiap bab disamping berisi informasi umumnya diakhiri dengan
rangkuman dan latihan soal.
Bagian akhir
Pada
bagian akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain :
- lampiran, bila lampiran lebih
dari satu lembar harus diberi nomor urut arab
- Glosarium (jika ada),
kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan
pemahaman pembanca
- Kepustakaan, ada beberapa cara
menulkiskan kepustakaan
4.
PENGGUNANAN
BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN
Penulisan
buku teks pelajaran hendaknya menggunakan bahasa jelas, tepat formal dan lugas.
Kejelasan dan ketepatan isi dapat diwujudkan dengan menggunakan kata dan
istilah yang jelas`dan tepat, kalimat yang tidak berbelit belit dan struktur
alinea yang runtut,kelugasan dan keformalan gaya bahasa digunakakan dengan
menggunakan kalimat pasif, hindarilah
pengunaan kata kata sepeti saya kami, kemudian tuliskan kegiatan yang
dilakukan penulis, seperti penulis atau peneliti tapi inipun hindari sesedikit
mungkin.dalam menggunakan bahasa Indonesia baku hendaknya memperhatikan :
4.1
Kaidah
Bahasa Indonesia yang digunakan adalah ejaan yang disempunakan
(EYD)
4.2
Penerapan kaidah
Ejaan
4.3
Pemakaian
tanda baca
5.
PENGETIKAN
NASKAH BUKU TEKS PELAJARAN
Dalam
pengetikan naskah diktat ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
Kertas
yang digunakan adalah kertas jenis HVS putih, ukuran kuarto atau polio
tergantung selera tetapi umunya ukuran kuarto, bidang pengetikan pun
berjarak 4 cm dari tepi kiri, dan 3 cm tepi atas, tepi kanan dan tepi bawah,
sebuah alinea tidak dimulai pada bagian halaman yang hanya memuat kurang dari
tiga baris.
Diktat
ditulis dengan computer yang baku baik jenis huruf maupun ukuran hurufnya,
pengetikan dengan menggunakan rata kanan dan tidak boleh mengorbankan aturan spasi
atarkata dalam teks pelajaran.
Awal
alinea diketik pada ketukan keenam dari batas kiri bidang pengetikan, sesudah
tanda baca titik, titik dua, titik koma, dan koma hendaknya diberi satu ketikan
kosong. Istilah tertentu yang belum lazim ditulis digaris bawahi atau ditulis
dengan huruf miring. Dalam pengetikan juga harus diperhatikan antara lain :
Jenis
dan ukuran huruf
modus
huruf
spasi
tabel
dan gambar
6.
PETUNJUK
TEKNIS PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN
Untuk
melakukan penulisan buku teks, dibawah ini ada beberapa petunjuk praktis
yang dapat dijadikan pedoman penulisan antara lain
Hal
hal yang harus diperhatikan
:
- berilah jarak 3 spasi antara
table atau gambar dengan teks sebelum dan sesudahnya.
- judul table atau gambar diketik
pada halaman yang sama dengan table atau gambarnya, penyebutan menggunakan
table atau gambar.
- tepi kanan teks tidak harus rata
, oleh karena itu kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika
terpaksa dipotong tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa
disisipi spasi, bukan diletakkan dibawahnya.
- tempatkan nomor halaman di pojok
kanan atas pada setiap halaman , kecuali pada halaman pertama setiap bab
dan halaman bagian awal.
- Semua nama pengarang dalam daftar
rujukan harus ditulis.
- Nama awal atau nama tengah dapat
disingkat asalkan dilakuan secara konsisten.
Hal
hal yang tidak boleh dilakukan
:
- Tidak boleh ada bagian yang
kosong pada akhir halaman kecuali jika halaman tersebut merupakan akhir
bab.
- Tidak boleh memotoing table atau
gambar.
- Tidak boleh memberi garis
vertikal antara kolom pada table kecuali terpaksa.
- Tidak boleh memberi tanda apapun
sebagai tanda berakhirnya suatu bab.
- Tidak boleh menempatkan sub judul
dan identitas table pada akhir halaman.
- Rincian tidak boleh menggunakan
tanda hubung (-) tetapi menggunakan bullet (*) untuk penulisan yang
dilakukan dengan menggunakan komputer.
- Tidak boleh menambah spasi
antarkata dalam suatu baris yang bertujuan meratakan tepi kanan
- Daftar rujukan tidak boleh
diletakkan di kaki halaman atau akhir setiap bab, daftar rujukan hanya
dapat ditempatkan setelah bab akhir.